Laporan Khusus

Dua Dasawarsa KSEI Berinovasi untuk Negeri

27-12-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - Menginjak usia ke-20, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tidak berhenti untuk selalu berinovasi dalam memberikan terobosan baru untuk mengembangkan Pasar Modal Indonesia. Tahun depan, KSEI telah mengagendakan implementasi electronic proxy (e-proxy) platform untuk memudahkan investor untuk berpartisipasi dalam kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Untuk mewujudkan hal tersebut, pada tanggal 28 September 2017, KSEI telah menunjuk Merkezi Kayit Kurulusu selaku lembaga Kustodian sentral dari Turki sebagai lembaga yang akan mengembangkan platform tersebut. E-proxy merupakan tahap awal dari pengembangan electronic voting (e-voting) platform.

E-proxy dan e-voting ini perlu diterapkan di Indonesia karena kondisi geografis yang berbentuk kepulauan dengan domisili investor yang tersebar di berbagai tempat, baik di dalam maupun di luar negeri, sehingga diharapkan platform ini menjadi solusi bagi investor yang harus menghadiri RUPS di waktu yang bersamaan. Dengan e-proxy, investor dapat memberikan kuasa secara elektronik kepada perwakilan yang akan hadir pada RUPS,”ujar Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi, di sela Pembukaan Perdagangan Bursa Dalam Rangka HUT KSEI ke-20, Rabu (27/12/2017).

Terobosan lainnya yang dilakukan KSEI baru-baru ini adalah sinergi dengan Bank Indonesia terkait Penatausahaan dan Penyelesaian Transaksi Sertifikat Deposito yang ditransaksikan di Pasar Uang melalui penandatanganan kerjasama pada tanggal 20 Desember 2017. Dengan ditunjuknya KSEI sebagai Lembaga Penyimpanan Penyelesaian Sertifikat Deposito di Pasar Uang, serta dukungan dan sinergi yang baik antara Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, diharapkan pasar Sertifikat Deposito dapat semakin tumbuh.

Pada 5 September 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama KSEI meresmikan kewajiban penggunaan layanan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) untuk kegiatan Transaksi Aset Dasar. Kewajiban tersebut merupakan tahap lanjutan atas kewajiban penggunaan modul Order Routing S-INVEST untuk Transaksi Produk Investasi yang meliputi aktivitas penjualan, pembelian kembali/pelunasan, pengalihan investasi, dan/atau pembagian manfaat.

Dengan terintegrasinya fasilitas ini melalui sistem S-INVEST, para pelaku industri Reksa Dana tidak perlu lagi menggunakan fax atau email sebagai alat komunikasi untuk aktivitas terkait Transaksi Aset Dasar. Untuk memperluas jaringan pasar modal, KSEI telah menambah jumlah Bank Rekening Dana Nasabah (RDN) dari 12 Bank RDN menjadi 14 Bank RDN yakni Bank BTN dan Bank OCBC NISP.

“Dengan penambahan Bank Administrator Bank RDN, diharapkan akses investor maupun calon investor ke pasar modal akan semakin mudah,”imbuh Friderica.

Dari sisi jumlah investor, per 20 Desember 2017jumlah investor Pasar Modal Indonesia tercatat 1.118.913 atau meningkat 25,24 persen dibandingkan dengan November tahun sebelumnya. Jumlah tersebut merupakan jumlah Single Investor Identification (SID) terkonsolidasi yang terdiri dari investor Saham, Surat Utang, Reksa Dana, Surat Berharga Negara (SBSN) dan Efek lain yang tercatat di KSEI. Sedangkan Aset di C-BEST mengalami pertumbuhan sebesar 19,33 persen menjadi Rp4.269,04 triliun.

Total aset yang tercatat di C-BEST selama 2012 hingga Desember 2017 meningkat 54,5 persen dari Rp2.762,22 triliun menjadi Rp4.269,04 triliun. Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar modal.

Sebagai tindak lanjut dari upaya untuk memudahkan proses pembukaan rekening investasi di pasar modal, KSEI melakukan seremoni penyerahan Perangkat Baca KTP Elektronik (Card Reader) kepada 98 Perusahaan yang telah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen. Dukcapil) pada tanggal 6 April 2017.

Pemanfaatan Card Reader ini juga memberikan kemudahan bagi investor untuk pembukaan rekening investasi. Bahkan untuk area terpencil atau yang tidak memiliki kantor cabang di daerahnya. Hal ini juga sejalan dengan program Desa Nabung Saham yang diusung oleh PT Bursa Efek Indonesia, KSEI dan BRI untuk mengajak para warga desa berinvestasi di pasar modal.

Pada kesempatan ini, Friderica juga menyampaikan beberapa langkah strategis yang akan diselenggarakan di tahun 2018, salah satunya adalah implementasi C-BEST Next Generation (C-BEST Next-G) dan pembaharuan Fasilitas AKSes KSEI bagi investor agar semakin mudah diakses, pengawasan terintegrasi,simplifikasi pembukaan rekening serta infrastruktur Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Akhirnya, dengan peringatan hari ulang tahun yang menembus dua dasawarsa ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk menjadi perusahaan dengan performa yang jauh lebih baik lagi, khususnya dalam berkiprah di pasar modal. (noer soetantini)

Teks foto :

PT KSEI merayakan HUT ke-20 dengan mengundang jajaran Komisaris dari Direksi terdahulu sekaligus melakukan Pembukaan Perdagangan Bursa.

Foto : Humas KSEI.

Advertising
Advertising