Laporan Khusus

Kapasitas Produksi Gas Industri Naik Hingga 300%

05-07-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Dalam kurun waktu 7 tahun hingga 8 tahun terakhir, kapasitas produksi gas industri alami kenaikan hingga 300 persen. Penyerapan kapasitas produksi di industri sudah mencapai 80 hingga 90 persen.

Diprediksi dalam satu tahun ke depan, kapasitas produksi gas industri bakal tumbuh di kisaran 10 persen. Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII), Arief Harsono, di sela Konggres AGII ke-10 di Hotel Novotel Samator Surabaya, Kamis (5/7/2018).

Arief menjelaskan pada saat Pelita I, kapasitas produksi gas industri dalam negeri sebesar 8,5 juta meter kubik per tahun. Kemudian terus meningkat pada 1995 menjadi 300 juta meter kubik per tahun.

Pada tahun 2010 meningkat lagi menjadi 980 juta meter kubik dan saat ini mencapai 2,4 miliar meter kubik per tahun. Meski demikian, peningkatan kapasitas produksi gas industri ini, kata Arief, tidak diimbangi dengan jumlah anggota asosiasi yang justri alami penurunan.

Arief menyebut pada 2010 jumlah anggota AGII sebanyak 69 dan saat ini menjadi 31, dimana 5 diantaranya, adalah skala besar. “Lima produsen besar ini membantu meningkatkan kapasitas produksi dari produsen kecil. Atau produsen kecil ini menjadi kepanjangan tangan bagi produsen besar di daerah sehingga menjadi lebih efektif. Itu menyebabkan kenapa kapasitas produksi terus meningkat meski dari jumlah anggota menyusut,”paparnya.

Terkait dengan pertumbuhan kapasitas produksi sekitar 10 persen pada tahun depan, Arief menegaskan, ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional diatas 5 persen dan upaya pemerintah membangun infrastuktur. "Kalau daya serap ke industri 80 hingga 90 persen, mau tidak mau produsen gas harus investasi baru dan butuh waktu 2 tahun hingga 3 tahun untuk menambah pabrik baru serta menambah kapasitas produksi,”ujarnya.

Penambahan kapasitas produksi juga ditunjang upaya produsen gas industri untuk mengembangkan pasar terutama di wilayah Indonesia Timur seperti di Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengembangan itu sejalan dengan meningkatnya kebutuhan gas industri di wilayah tersebut, seperti kebutuhan rumah sakit, industri skala kecil dan menengah baik di sektor pertanian maupun kelautan.

Pengembangan pasar juga sejalan dengan target penambahan jumlah provinsi yang bisa dilayani gas industri. Saat, ini anggota AGII telah menjangkau 29 provinsi di Indonesia.

”Kami berharap kebutuhan gas industri untuk 34 provinsi sudah terpenuhi pada 2019 nanti. Selama ini, untuk memasok kebutuhan gas untuk wilayah Indonesia Timur, produsen gas memanfaatkan fasilitas filling station,”tukasnya.

Arief menambahkan kongres AGII kali ini merupakan Kongres ke X yang diadakan setiap 5 tahun sekali dan selalu dibarengi dengan Seminar Teknik sesuai amanah yang tertuang di dalam AD/ART Asosiasi. Tema Kongres ke X kali ini adalah “Sustaining The Industrial Gases Business to Support Indonesian Economic Growth in Digital Technology Era”.

”Betapa pentingnya gas industri dalam memberikan kontribusi atau dorongan bagi pertumbuhan industri secara Nasional di Indonesia, menjadi concern kami, termasuk perkembangan digital technology bagi gas industri. Sebagai industri yang produk-produknya merupakan pendukung kegiatan industri saat ini, kami berusaha untuk tetap bertahan dan selalu siap mendukung pertumbuhan industri lain setiap saat diperlukan,”ungkapnya.

AGII dibentuk tahun 1972 yang diprakarsai oleh 6 produsen gas industri. Sesuai dengan tema dari Kongres ke X ini tidak dapat dipungkiri bahwa peranan gas industri sebagai penunjang kegiatan industri hulu sampai hilir, saat ini telah berkembang dengan pesat seiring dengan meningkatnya kapasitas terpasang yang sangat drastis. (noer soetantini)

Teks foto :

Kiri-kanan : Presdir PT Air Liquide Indonesia Jeffry Gani; Presdir PT Linde Indonesia Marcus Tan; Ketua AGII sekaligus Founder & Chairman Samator Group Arief Harsono; Presdir PT Aneka Gas Industri Tbk Rachmat Harsono; Presdir PT Air Products Indonesia Triwidio Pramono dan Direktur PT Aneka Gas Industri Ferryawan Utomo usai jumpa pers.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising