Laporan Khusus

Dollar Tinggi Tidak Hambat Penjualan Unit 88AVENUE

11-10-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Masuk triwulan keempat, penjualan properti di Surabaya relatif masih positif. Surabaya masih menjadi kota yang sangat menarik untuk lokasi pembangunan properti baik apartemen maupun SOHO.

Hal ini disampaikan Direktur PT Darmo Permai, Kevin Sanjoto, saat konferensi pers Topping Off Ceremony Megaproyek 88AVENUE, yang berlokasi di Raya Darmo Permai III Kavling 88, Surabaya, Rabu (10/11/2018) kemarin.

Kevin menjelaskan meski saat ini terjadi penguatan nilai dollar Amerika terhadap rupiah, minat pembeli properti tidak surut. Ini dibuktikan dengan penjualan unit yang ada di tower The Residence dan The SOHO yang baru dilakukan topping off.

Tower The Residence berlantai 38, sudah terserap pasar sebesar 80 persen dan The SOHO dengan 17 lantai, terserap pasar 60 persen. Mayoritas pembeli unit megaproyek 88AVENUE, 60 persen dari Surabaya, 20 persen dari Jakarta dan 20 persen dari Indonesia Timur terutama dari Makassar dan Tarakan.

Di tengah penguatan nilai dollar, menurut Kevin, justru merupakan kesempatan terbaik bagi kastamer untuk memiliki unit berkualitas dan berkelas internasional. Pasalnya, harga yang ditawarkan relatif terjangkau jika dibandingkan dengan unit properti lainnya yang ada di Surabaya.

”Sejak megaproyek 88AVENUE di-launch kali pertama di 2016, pertumbuhan harga unit di kisaran 10 persen per tahun. Saat nilai dollar menguat, hanya sedikit dampak yang kami rasakan karena sudah dilakukan topping off kedua tower. Biasanya, kalau terjadi kenaikan nilai dollar terhadap rupiah, biasanya berpengaruh pada biaya kontruksi. Kami sudah melampaui tahapan itu karena pembangunan unit tinggal finishing saja,”papar Kevin.

Tingginya angka penjualan unit 88AVENUE tersebut, kata Kevin, juga menunjukkan daya beli masyarakat terhadap properti. Unit-unit dengan tipe Studio di The Residence sold out dan tersisa sekitar 100-an unit dengan tipe luasan lebih besar. Sementara The SOHO juga hanya menyisakan 100 unit saja.

”Untuk unit The Residence mulai ditawarkan dengan harga mulai Rp 900 jutaan. Sedangkan unit The SOHO, di kisaran Rp2,7 miliar. Jadi sayang sekali jika momen yang pas ini dilewatkan begitu saja, Pembangunan kedua tower tersebut menghabiskan anggaran Rp1,2 triliun,”ungkapnya.

The Residence dibangun untuk memenuhi hunian idaman yang memperhatikan kenyamanan hidup modern dan layout ruang yang stylish serta Smart Living Concept diterapkan pada setiap unit The Residence dengan menggunakan digital hi-tech yang terintegrasi dengan smartphone. Sementara The SOHO didesain khusus untuk menjawab kebutuhan tren gaya hidup modern terutama di Kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Peranan SOHO mampu menggeser popularitas RUKO yang mulai ditinggalkan.

SOHO, jelas Kevin, bisa diutilisiasi baik sebagai tempat usaha, tempat bekerja, atau hunian yang eksklusif. Bagi Start-Up Company, The SOHO merupakan pilihan terbaik untuk tempat bekerja dengan fasilitas yang lengkap. Mengangkat konsep Industrialist Luxury dengan ketinggian ceiling 5,8m floor to floor, wide balcony dengan pemandangan kota Surabaya dan Jembatan Suramadu, panoramic window, layout yang fleksible, dan mezzanine yang multi fungsi.

“Dengan seluruh fasilitas dan spesifikasi yang disediakan, The Residence dan The SOHO 88AVENUE menjadi satu-satunya hunian dan office space yang paling unggul di Surabaya,”pungkas Kevin.

Masih kuatnya daya beli masyarakat terhadap properti juga disampaikan Business Development Director PT Waskita Karya Reality, Luki Theta H. Ia menegaskan konsumen yang membeli properti dari kelompok menengah kebawah untuk ditinggali, selalu bergerak. Namun jika untuk tujuan investasi banyak yang menahan diri.

"Artinya, membeli untuk dijual kembali agar dapat keuntungan itu berhenti. Mereka yang belanja untuk investasi kemudian melepas saja sulit,”tukas Luki Theta.

Sedangkan untuk pengembangan bisnis properti, Luki menambahkan pada kondisi saat ini banyak pengembang yang menunggu. Mereka lebih memilih mengumpulkan kastamer dulu. Kalau dirasa prosentase terjual cukup, baru mulai bangun. (noer soetantini).

Teks foto :

Kiri-kanan : Project Director 88AVENUE, Roshan Kurnia; Board of Director Darmo Permai, Budianto; Business Development Director PT Waskita Karya Reality, Luki Theta H; Direktur PT Darmo Permai, Kevin Sanjoto; di depan dua tower megaproyek 88AVENUE yang unitnya akan diserahterimakan ke kastamer pada Agustus 2019.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising