Laporan Khusus

Semester Pertama, Ini Iklan YouTube Terpopuler

21-08-2019

Jakarta, beritasurabaya.net - Google merilis daftar peringkat iklan YouTube untuk kategori iklan yang dapat dilewati (skippable ads) selama semester pertama 2019. Selain itu, Google meluncurkan platform baru guna membantu insan kreatif di Indonesia untuk membuat iklan yang bagus dan menarik, Rabu (21/8/2019).

Daftar ini berisi 10 iklan dan konten terpopuler dari berbagai merek yang ditonton masyarakat Indonesia di YouTube, yang memadukan unsur popularitas dan promosi. Semua iklan dalam daftar ini sebenarnya bisa dilewatkan oleh penonton (skippable ads), namun cerita yang disuguhkan oleh merek-merek tersebut sangatlah menarik sehingga mereka memilih untuk menontonnya hingga tuntas.

Tema dan tren penting yang terkandung dalam iklan-iklan tersebut, yakni bekerja sama dengan kreator untuk menyampaikan cerita menarik. Berkolaborasi dengan kreator YouTube populer seperti Arief Muhammad dan Gerry Girianza menghadirkan wajah-wajah sudah dikenal penonton, dan tentu saja ini menarik perhatian basis penggemar mereka yang besar. Smartfren dan Heinz ABC menggunakan talent-nya dengan baik untuk membuat konten berdurasi panjang dalam format serial menarik, yang akan membuat penonton terus kembali.

Tarik perhatian keluarga. Pantene, MyBaby, dan imoo, tahu betul cara menarik hati penontonnya dengan berfokus pada kaum ibu dan kalangan keluarga. Ketiga merek ini mengerti apa yang dinginkan oleh audiensnya, dan hal apa yang bisa membuat mereka tersenyum atau bahkan menangis.

Buat cerita lucu. Gojek dan Hansaplast menggunakan pendekatan berbeda melalui humor. Gojek secara perlahan memunculkan karakter dari masing-masing pemeran iklan, dan menampilkannya secara kontras dengan cara yang cerdas. Hansaplast memadukan karakter yang super lucu dengan musik dangdut dan lirik berima, untuk menciptakan lagu yang mudah diingat penonton dan membuat mereka tertarik untuk menonton episode berikutnya.

“Kami selalu terinspirasi dengan ide-ide kreatif yang ditampilkan dalam daftar 10 iklan ini yang kami rilis setiap enam bulan sekali. Kami juga sangat antusias melihat momentum yang muncul dari kalangan pengguna dan dari pertumbuhan jumlah kreator,”ujar Head of Large Customer Marketing Google Indonesia,Muriel Makarim.

Muriel menambahkan, pada tahun 2019, jumlah kreator yang memiliki lebih dari satu juta subscriber naik menjadi 340 channel.

Hansaplast termasuk ke dalam deretan 10 Iklan YouTube Terpopuler selama semester pertama 2019 berkat pemanfaatan unsur humoris dan figur pemeran utama yang kuat. Brand Executive Hansaplast, Tessa Indira Putri, mengatakan, Hansaplast membuat video Hansaplast Koyo Ayu GaLoyo dengan tujuan mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa sedia Hansaplast Koyo saat mudik dan berbagi informasi seputar manfaat dari Hansaplast Koyo.

”Konten sengaja kami kemas dengan penyampaian yang jenaka dan menghibur agar mudah diingat oleh masyarakat umum,” jelasnya.

Bulan ini Google juga meluncurkan Create with Google, sebuah platform gratis untuk membantu insan kreatif Indonesia dalam mencari inspirasi sekaligus menyediakan alat dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk mengembangkan penontonnya di YouTube. Gagasan yang besar dan ide-ide yang berani sekarang sedang banyak diminati, dan eksekusi yang dilakukan secara kreatif terbukti konsisten menjadi faktor terbesar yang mendorong penjualan. Dan seperti yang dilihat dari merek-merek yang menjadi partner, kesuksesan bisa diraih ketika data dan teknologi dapat menginspirasi kreativitas.

Tapi bukan berarti itu hal yang mudah. Tidak seperti dulu, kini ada makin banyak platform, sinyal, dan sumber data yang digunakan oleh industri kreatif. Google ingin klien dan partner tumbuh dan berkembang di plaftorm. Itu sebabnya, Google memprioritaskan investasi dalam hal sumber daya serta alat-alat untuk mendukung agensi kreatif dan kreator kreatif di setiap tahapan proses kreatifnya.

Dibuat oleh dan untuk insan kreatif, platform ini dirancang untuk menginspirasi, memberikan informasi, dan memudahkan mereka sejak tahap pengumpulan ide sampai ke tahap eksekusi. Di platform ini, pengguna bisa memfilter menurut format, vertikal, dan platform, atau melakukan penelusuran kata kunci untuk mencari ide-ide kreatif.

Selain itu, juga ada dua fitur baru untuk membantu menyederhanakan proses kreatif. Pertama, Audience Connect mentransformasi presentasi iklan dari format berbicara dengan orang banyak (broadcast) menjadi percakapan personal (conversational), dengan cara melacak engagement klien ketika merespons suatu video. Misalnya, ketika Anda melakukan presentasi dengan konsep TruView, fitur ini dapat memberikan masukan secara real time terkait reaksi penonton: kapan mereka terus menonton, dan kapan mereka berhenti lalu melewati iklan.

YouTube Mockup Tool dapat Anda gunakan untuk meng-upload dan menampilkan iklan buatan Anda kepada klien dan kolega dalam bentuk mockup seperti ditampilkan di YouTube, sehingga mereka bisa tahu bagaimana tampilan iklan saat muncul di desktop, tablet, atau smartphone.

Head of Create with Google, Ross Jauncey, menambahkan, pihaknya ingin mendukung sekaligus menantang para kreator kreatif untuk terus bereksperimen dan menembus batas. Ia berharap, Create with Google bisa menjadi komunitas global yang sesungguhnya, suatu tempat di mana semua kalangan dari industri ini bisa bergabung bersama untuk saling bertukar ide dan menemukan inspirasi untuk proyek-proyek berikutnya. (noer soetantini)

Teks foto :

Kiri-kanan : Head of Large Customer Marketing Google Indonesia, Muriel Makarim; Head of Create with Google, Ross Jauncey; Brand Executive Hansaplast, Tessa Indira Putri; Creative Lead Google Indonesia, Ishak Reza, dalam acara Press Conference “YouTube Brandcast 2019”.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising