Politik & Pemerintahan

Gibran Maju Pilkada, Dinasti Politik Masih Kuat

14-10-2019

Jakarta, beritasurabaya.net - Meski Pilkada 2020 baru akan dilaksanakan pada tahun depan, namun nama-nama bakal calon kandidat telah muncul ke publik. Salah satu nama yang santer dibicarakan saat ini adalah putra sulung Jokowi yang kabarnya akan maju pada Pilwakot Solo 2020.

Gibran Rakabuming diketahui pada September silam secara resmi telah mendaftarkan diri sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Namun, rencana Gibran sontak mendapatkan perhatian publik, salah satunya terkait isu dinasti politik di Indonesia.

Pengamat politik dari Indonesia Politica Network (IPN), Ahmed Rumalutur, mengatakan, munculnya nama Gibran dalam kontestasi politik sebenarnya tidak lepas dari efek fenomena political clientalism di Indonesia yang sudah mengakar sejak lama.

“Ini kultur klasik yang masih dipertahankan dalam sistem politik kita yang semakin marak terjadi pasca rezim orde baru,” katanya di Jakarta, pekan lalu.

Kendati menurut Ahmed, masyarakat tidak perlu khawatir, sebab kesadaran politik rakyat semakin hari makin tinggi, mereka memilih bukan berdasarkan patron klien melainkan ide dan gagasan terutama kelompok kelas menengah yang sadar politik.

“Jika Gibran mampu memberikan terobosan, ide dan gagasan yang menarik perlu kita dukung, sebab negara ini memang membutuhkan anak muda yang berbakat dalam kepemimpinan,” ungkapnya.

Ahmed menyatakan Gibran sedang ingin mendapat coat tail effect dari Joko Widodo. “Tapi, dari sisi politis, saya kira Gibran sebenarnya sedang berupaya mendapatkan efek ekor jas Jokowi, sama seperti AHY yang spontan muncul membawa ketokohan bapaknya pada Pilgub DKI Jakarta. Namun, saya kira hal itu tak menjamin keberhasilan politik.” tutupnya.

Seperti diketahui, KPU provinsi, kabupaten/kota akan menyelenggarkaan pemilihan gubernur, bupati, dan walikota tahun 2020 sebanyak 270 daerah, dengan rincian sembilan pemilihan gubernur, 224 pemilihan bupati dan 37 pemilihan walikota. Rencanya Pilkada serentak akan dilaksanakan pada 23 September 2020. (nos)

Teks foto :

Pengamat Politik dari Indonesia Politica Network, Ahmed Rumalutur.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising