Pendidikan

Prasmul Bekali Generasi Z Spirit Wirausaha

15-09-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Generasi Z (yang lahir di atas tahun 1998) menghadapi tantangan jauh lebih berat di masa depan dibanding generasi sebelumnya. Mereka tidak sekadar dituntut memiliki skill saja tapi juga harus memiliki kehandalan problem solving.

Generasi Z juga harus multitasking, mampu mencari solusi permasalahan dan memiliki semangat entrepreneurship. Pada beberapa tahun mendatang, akan banyak pekerjaan yang hilang karena sudah beralih ke otomatisasi. Berdasarkan data yang ada, pada 2025 akan ada 17 juta pekerjaan baru di berbagai industri di Indonesia.

Demikian dipaparkan Faculty Member Universitas Prasetya Mulya, Fredy Utama, di sela Seminar “Prospek Karir Generasi Z”, di TS Suites Hotel Surabaya, Sabtu (14/9/2019) kemarin.

Menurut Fredy, saat ini tidak cukup seorang mahasiswa memiliki ilmu saja. Tapi harus tahu bagaimana cara mengembangkan ilmunya. Hal inilah yang diajarkan di Universitas Prasetya Mulya (Pramul) dimana penjurusan langsung dilakukan sejak semester pertama.

Tes seleksi masuk Pramul, kata Fredy, meliputi tes potensi akademik, Matematika, Bahasa Inggris dan tes psikologi. Dari tes potensi akademik dan psikologi mampu mengarahkan jurusan mana yang tepat buat calon mahasiswa yang lolos seleksi, sejak semester pertama.

”Prasmul beda dengan universitas lainnya, karena kami fokus memajukan wirausaha Indonesia selama 37 tahun. Sebelum jadi universitas di 2016, dulu Prasmul merupakan Sekolah Tinggi Bisnis satu-satunya di Indonesia yang didirikan oleh Yayasan Prasetya Mulya,”ungkapnya.

Universitas yang berlokasi di Bumi Serpong Damai Tangerang, kata Fredy, memiliki sekitar 4000 mahasiswa S1 dan 200 mahasiswa S2. Sebanyak 15 persen di antaranya mahasiswa dari luar Jakarta dan dari 15 persen tersebut, 7 persen dari Surabaya.

Sedangkan lulusan Pramul, 60 persen menjadi profesional dan 40 persen jadi wirausaha. Universitas Prasetya Mulya mengembangkan collaborative learning by enterprising. Kami punya S1 School of Business & Economics seperti S1 Business Economics dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris, S1 Branding, S1 Finance & Banking, S1 Event. Dan yang terbaru STEM (School of Applied Science Technology Engineering & Mathematics).

Dengan biaya perkuliahan per semester Rp 20 juta, menurut Fredy, cukup sebanding dengan kualitas lulusan. Bahkan bagi peserta tes yang lulus dengan nilai bagus dari dari keluarga tidak mampu bisa mendapat beasiswa dari yayasan. Beasiswa tersebut ada yang mencakup hingga biaya hidup selama kuliah. Dari total mahasiswa, 15 persen adalah mahasiswa penerima program beasiswa.

Untuk itulah, Universitas Prasetya Mulya juga melakukan roadshow ke beberapa kota selain Surabaya, seperti Pontianak dan Semarang, mencari calon mahasiswa yang berpotensi untuk dididik menjadi seorang profesional dan wirausaha yang handal.

Saat roadshow di Surabaya, Universitas Prasetya Mulya menghadirkan alumni tahun 2017 yakni Michael Stefanus yang berprofesi sebagai Product Manager di Tokopedia serta Wenvint mahasiswa semester 7 yang meraih prestasi pada Global Winner Unilever Future Leaders League 2019 di London. (nos)

Teks foto :

Roadshow Universitas Prasetya Mulya di Surabaya.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising