Pendidikan

Kampus Ternyata Jadi Lokasi Rawan Kekerasan Seksual

27-02-2021

Jakarta, beritasurabaya.net -  Lingkungan universitas dan kampus menjadi lokasi yang rawan terhadap kekerasan seksual. Ini terkait banyaknya berita isu pelecehan seksual yang terus terjadi di kampus di seluruh Indonesia. 

Di sisi lain, institusi pendidikan memiliki kesempatan menjadi garda terdepan menyalurkan informasi dan edukasi seputar masalah kekerasan seksual. Hal ini terungkap dalam Kampanye Stop Sexual Violence The Body Shop Indonesia bersama Magdalene.co dan Yayasan Pulih melalui rangkaian Campus Online Talkshow Series yang keempat, Jumat (26/2/2021), bertema: “Gerak Bersama Civitas Academica Lawan Kekerasan Seksual”.

Menurut hasil studi oleh International NGO Forum on Indonesia Development (INFID), mayoritas orang memperoleh informasi tentang pencegahan kekerasan seksual dari media massa dan institusi pendidikan, seperti sekolah (51,9 persen) dan kampus (46,6 persen). Data tersebut membuktikan bahwa kesempatan kampus untuk membawa perubahan dalam bentuk awareness dan edukasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa, dosen dan organisasi-organisasi yang terlibat dalam universitas adalah tokoh kunci dalam pengesahan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). 

Public Relations and Community Manager The Body Shop Indonesia, Ratu Ommaya, mengatakan, Campus Online Talkshow merupakan upaya The Body Shop Indonesia untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat peduli terhadap isu kekerasan seksual. Campus Online Talkshow mengundang sivitas akademika yang dianggap sebagai elemen penting dalam mengawal isu kekerasan seksual.

“The Body Shop Indonesia mengajak Dosen, Mahasiswa, dan seluruh badan kepengurusan kampus untuk ambil bagian dalam usaha pengesahan RUU PKS dan lawan kekerasan seksual,”tukasnya.

Melalui kampanye ini The Body Shop Indonesia mengajak masyarakat terlibat aktif dengan berpartisipasi melalui donasi di seluruh gerai The Body Shop dan secara online, juga pengumpulan petisi di https://www.tbsfightforsisterhood.co.id/. Sejak pertama kali diluncurkan 5 November 2020 telah terkumpul donasi dan juga melalui petisi per 22 Februari sebanyak 360.631 tanda tangan dan kita masih terus meminta dukungan hingga mencapai 500.000 tanda tangan yang akan dilakukan sampai bulan Maret 2021 agar RUU PKS segera diputus menjadi undang-undang yang sah.

RUU PKS merupakan kebutuhan semua pihak di Indonesia, sehingga harus ada gerakan bersama untuk mewujudkannya. 

Psikolog Yayasan Pulih, Nirmala Ika Kusumaningrum - M. Psi., yang hadir sebagai narasumber, mengatakan, kekerasan seksual di dalam lingkungan kampus sering kali tidak tertangani dengan baik karena kurangnya pemahaman akan kekerasan seksual itu sendiri maupun karena belum adanya kebijakan yang mampu secara menyeluruh mengatasi hal tersebut. Disahkannya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan  Seksual akan menjadi sebuah payung hukum untuk mendorong setiap institusi pendidikan secara serius membentuk kebijakan dan standar operasional yang dapat membantu penanganan korban kekerasan seksual secara lebih komprehensif.

Sementara  Pemerhati Isu Gender, Penulis,  Kalis Mardiasih, mengatakan, bahwa lembaga pendidikan harus menjadi ruang aman untuk semua orang. Akan tetapi, data investigasi liputan #namabaikkampus memaparkan kekerasan seksual di lingkungan kampus tinggi dengan beragam kampus.

Lebih disayangkan lagi, karena kasus-kasus tersebut tak terselesaikan hingga hari ini. Perlu langkah strategis dari kampus, berupa edukasi pencegahan kekerasan seksual perspektif korban, membentuk layanan aduan kasus kekerasan seksual di kampus dan SOP penanganan kasus KS di kampus.

Ketua BEM Fakultas Psikolog Universitas Diponegoro 2021, Yanuarisca N.C.P,  mengatakan, bahwa webinar kali ini menjadi sebuah langkah konkret bagi penggiat dan aktivis anti sexual violence untuk menyuarakan dan memasifkan keresahan. “Siapa yang tidak setuju dengan pernyataan Sexual Violence merupakan tindakan yang tercela? Sexual Violence bukan hanya tentang dampak fisik, tapi ini juga berdampak pada psikis korban,” kata Yanuarisca. 

Yanuarisca  menambahkan bahwa bergerak bersama organisasi mahasiswa adalah sebuah usaha yang sangat tepat karena mahasiswa, dengan berbagai macam idealismenya, serta pengalaman nyata dalam kesehariannya sebagai generasi Z yang terdidik, juga mempunyai power tersendiri untuk menyuarakan keresahannya tentang sexual violence in campus.

Waka Dept. Kajian dan Aksi Strategis BEM FISIP UI 2021, Zeni Tri Lestari, mengatakan kampus sampai sekarang belum juga menjadi tempat yang aman dan bebas dari kekerasan seksual, meskipun sudah terlalu banyak kasus bermunculan. Setidaknya itu yang dirasakan Zeni dan teman-teman di lingkungan kampus.

Inisiatif dari mahasiswa telah banyak bermunculan. Aksi, propaganda, kampanye, audiensi, rekomendasi kebijakan, dan banyak lainnya. Nyatanya upaya itu belum cukup.

Dan Zeni menyadari bahwa tujuan dari gerakan ini adalah desakan bagi mereka yang berwenang untuk memberikan jaminan keamanan terhadap kekerasan seksual dalam bentuk peraturan hukum. Tidak hanya itu, tema ini juga penting bagi gerakan anti kekerasan seksual secara keseluruhan.

President of Girl Up Universitas Padjadjaran, Putri I. Sharafina, mengatakan, kekerasan seksual masih menjadi hal yang sensitif dan cukup tabu sehingga seringkali dihindari dari topik pembahasan. Komunitas dan organisasi mahasiswa berperan penting untuk menumbuhkan awareness terhadap permasalahan ini dengan tidak takut untuk membahas, mengawal, dan memberikan tempat untuk permasalahan kekerasan seksual diperbincangkan. Meskipun begitu, perlu adanya kolaborasi dari berbagai organisasi mahasiswa untuk membangun awareness hingga akhirnya dapat mengambil aksi nyata ini di setiap kampus.

“Tidak cuma mahasiswa, dukungan dari para dosen pun juga diperlukan untuk memperkuat perlawanan terhadap kekerasan seksual. Karena perjuangan itu tidak bisa sendiri, perjuangan itu harus kolektif,”kata Putri. (nos)

Teks foto :

Para narasumber dalam rangkaian Campus Online Talkshow Series yang keempat, Jumat (26/2/2021), bertema: “Gerak Bersama Civitas Academica Lawan Kekerasan Seksual”.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927