Pendidikan

Mahasiswa Berinovasi Bantu Kurangi Emisi Karbondioksida

02-03-2021

Surabaya, beritasurabaya.net - Peningkatan konsentrasi gas buang karbondioksida (CO2) di atmosfer banyak disebabkan oleh industrialisasi yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Melihat permasalahan tersebut, dua mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan sebuah solusi untuk mengoptimalkan gas karbondioksida dengan merancang sebuah teknologi membrane anorganik berupa TiO2 dan Zeolit.

Mereka adalah M Aldi Nugroho dan Yoga Bekti Susanto yang merupakan mahasiswa dari Departemen Teknologi Rekayasa Kimia Industri ITS, Fakultas Vokasi ITS angkatan 2020. Mereka berhasil mengoptimalkan emisi gas karbondioksida pada steam reforming industri dalam membantu mengurangi emisi gas karbondioksida di atmosfer bumi.

Ketua Tim, M Aldi Nugroho atau biasa disapa Aldi menjelaskan, teknologi membrane anorganik ini dapat mengabsorpsi gas karbondioksida di industri petrokimia dengan efektivitas yang lebih tinggi dari pada teknologi konvensional yang sudah ada. “Teknologi ini juga menghasilkan produk soda abu (Na2CO3) yang memiliki banyak manfaat di sektor industrial,” ungkapnya.

Dalam penerapan teknologinya nanti gas karbondioksida dari steam reformer akan dialirkan menuju membran TiO2 untuk dilakukan absorpsi gas karbondioksida dengan menggunakan larutan NaOH. Alasan dipilihnya membran TiO2 ini karena TiO2 memiliki sifat hidrofilik yang bagus dan memiliki pori-pori yang besar. “Sehingga membrane ini dapat meminimalisir terjadinya penyumbatan,” terangnya.

Mahasiswa kelahiran 18 Juli 2001 ini melanjutkan, sisa gas karbondioksida yang belum terabsorpsi dengan baik pada proses sebelumnnya akan secara otomatis diabsorpsi kembali melalui membran zeolite. “Membran ini dipilih sebab memiliki pori-pori yang seragam dan selektifitas yang tinggi,” imbuhnya.

Sehingga, lanjut Aldi, hasil outlet pada proses sebelumnya akan menjadikan gas karbondioksida menjadi lebih bersih. Sedang untuk gas karbondioksida yang telah diabsorpsi dengan pelarut NaOH selanjutnya akan ditampung dalam tangki penampung karbondioksida dan absorben (cairan yang dapat melarutkan bahan yang akan diabsorpsi pada permukaannya).

Alumnus SMKN 1 Kediri ini menjelaskan bahwa rancang bangun teknologi membran yang dibuatnya ini memiliki beberapa keunggulan inovasi mulai dari harga yang murah, tidak membutuhkan tempat yang luas dalam penggunaannya, membutuhkan energi yang rendah, dan memiliki efisiensi penyerapan gas karbondioksida sekitar 80-85 persen.

Tim bimbingan Dr Afan Hamzah ST ini telah berhasil menjadi yang terbaik pada Lomba Karya Tulis Ilmiah RESPON 2021 yang diselenggarakan oleh PT Petro Oxo Nusantara, Minggu lalu. Pada kompetisi ini, Aldi dan Yoga berhasil menyisihkan 183 paper nasional lainnya.

Aldi berharap ide yang mereka gagas selama sebulan ini dapat direalisasikan di Indonesia, khususnya di area industrialisasi. “Harapannya, teknologi membrane ini dapat diterapkan di industri petrokimia guna mengurangi emisi gas CO2,” tandasnya penuh harap. (muk/nos)

Teks foto :

M Aldi Nugroho (kiri) dan Yoga Bekti Susanto (kanan) menunjukkan rancang bangun teknologi membaran rancangannya.

Foto : Humas ITS.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927