Ekonomi & Bisnis

Masih Prospek Meski Pendapatan Premi Asuransi Komersil Turun

02-03-2021

Surabaya, beritasurabaya.net - Pendapatan premi perasuransian komersial di Jawa Timur per Desember 2020 tercatat mengalami penurunan sebesar Rp4,45 triliun (-17,8 persen YoY) dengan penurunan klaim sebesar Rp3,56 triliun (-19,1 persen YoY).  Penurunan pendapatan premi dan klaim dialami oleh asuransi jiwa maupun asuransi umum.

Menurut Direktur Pengawasan LJK 2 dan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 4, Mulyanto, dalam Diskusi Media bertemakan “Mengupas Potensi dan Tantangan Bisnis Asuransi Tahun 2021 Di Masa Pandemi”, Selasa (2/3/2021), penurunan pendapatan premi dan klaim tersebut dikarenakan pandemi Covid-19 yang juga berimbas pada industri asuransi.

“Pandemi Covid-19 telah berdampak perekonomian global dan menurunkan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan penurunan aktivitas ekonomi tersebut berimbas ke banyak industri termasuk di industri asuransi,”tukasnya.

Meski demikian, Mulyanto melihat industri asuransi di tahun ini masih berprospek untuk terus membaik. Indikatornya bisa dilihat dari aset perusahaan asuransi komersial (PAJ, PAU, dan PR) per Januari 2021 naik sebesar Rp9,40 triliun (1,27 persen MtM), jika dibandingkan dengan Januari 2020 aset perusahaan asuransi komersial juga mengalami kenaikan sebesar Rp12,73 triliun (1,73 persen YoY) ke posisi Rp747,37 triliun.

Berdasarkan jenis perusahaan, aset asuransi jiwa secara MtM  juga mengalami kenaikan sebesar Rp2,71 triliun (0,50 persen) begitu pula secara YoY naik sebesar Rp1,32 triliun (0,24 persen YoY) menjadi Rp546,92 triliun. Sejalan dengan hal tersebut, aset asuransi umum dan reasuransi per Januari 2021 juga mengalami peningkatan sebesar Rp6,69 triliun (3,45 persen MtM), dan secara YoY mengalami peningkatan sebesar Rp11,41 triliun (6,04 persen) ke posisi Rp200,45 triliun.


Pendapatan premi perusahaan asuransi komersial per Januari 2021 tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp4,17 triliun (15,94 persen YoY). Sebaliknya pada klaim asuransi komersial tercatat mengalami penurunan sebesar Rp0,70 triliun (-4,02% YoY).  

Perusahaan asuransi jiwa menjadi kontributor pendapatan premi terbesar, dengan porsi sebesar 62,91 persen dari total premi. Demikian pula dalam pembayaran klaim, perusahaan asuransi jiwa dengan porsi yang mencapai 80,60 persen dari total klaim asuransi komersial.

Pada periode Januari 2021, total pendapatan premi perusahaan asuransi jiwa adalah sebesar Rp19,09 triliun. Lini usaha asuransi jiwa yang menyumbangkan pendapatan premi tertinggi adalah PAYDI (unit link) dengan pendapatan premi sebesar Rp9,98 triliun (52,26 persen dari total premi), disusul oleh Endowment sebesar Rp3,15 triliun (16,53 persen dari total premi).

Rasio klaim dari seluruh lini usaha hampir semua terjaga di bawah 100 persen. Hanya pada produk Anuitas di awal tahun ini yang memiliki rasio sebesar 114,17 persen, disusul PAYDI dengan nilai rasio klaim mendekati 100 persen yakni sebesar 90,82 persen.

Kaprodi S1 Islamic Banking FEB Universitas Islam Malang (Unisma), Harun Al Rosyid, mengatakan, hingga saat ini masih banyak masyarakat kita belum minat membeli premi asuransi. Ada 4 hal penyebabnya yakni pendapatan per kapita masih kecil; edukasi dan sosialisasi yang masih rendah; asuransi belum dianggap sebagai kebutuhan pokok dan tingkat pendidikan sebagian besar masyarakat masih rendah.

“Ada pelajaran dari pandemi Covid-19 yang bisa kita ambil yakni mengurangi potensi kerugian, tabungan dan investasi serta lebih bijak dalam mengatur keuangan,”tukasnya.

Pada masa pandemi ini pula, kata Harun, minta asuransi juga bertambah terutama bagi pemegang polis. Berdasarkan survei dengan melibatkan responden pemegang polis di Indonesia, menunjukkan, sebanyak 30 persen membeli polis baru asuransi jiwa; 30 persen asuransi kesehatan; 34 persen penyakit kritis dan 29 persen untuk rawat inap.


Sementara itu, Chief Business & Distribution AXA Mandiri, Theodores Tangke,  mengatakan, selama masa pandemi 2020, AXA Mandiri telah membayar klaim dan manfaat sebesar Rp4,8 triliun. Bersama Bank Mandiri, AXA Mandiri menyediakan asuransi jiwa untuk 35 ribu tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan menanggulangi Covid-19.

“Saat ini kami telah memperluas produk asuransi mulai dengan premi Rp50 ribu. Dengan premi Rp50 ribu ini bisa mendapatkan uang pertanggungan biaya rumah sakit hingga Rp300 ribu,”tukasnya.

Theodores Tangke menegaskan memiliki asuransi sangat penting apalagi di masa pandemi. Asuransi akan mampu memproteksi nilai kerugian jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Pada awal tahun ini, AXA Mandiri memberikan klaim kesehatan sebesar Rp650 juta pada nasabah di Surabaya akibat Covid-19. Padahal nasabah baru ikut asuransi 2 bulan,”pungkasnya. (noer soetantini)

Teks foto :

1.4 hal penyebab masyarakat belum minat beli asuransi.

2.Direktur Pengawasan LJK 2 dan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 4, Mulyanto.

3.Chief Business & Distribution AXA Mandiri, Theodores Tangke.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927