IT & Seluler

Prospek NeoBank Di Indonesia, Saingan Atau Ancaman?

24-02-2021

Jakarta, beritasurabaya.net - Kehadiran NeoBank akhir-akhir ini mulai mendapatkan perhatian lebih di industri keuangan Indonesia. Banyak pihak mengatakan NeoBank merupakan “ancaman” bagi industri perbankan konvensional di Indonesia serta “saingan” bagi industri fintech.

Di sisi lain, peluang Neobank di Indonesia dapat dikatakan cukup besar, melihat penetrasi pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat telah bertumbuh secara pesat, apalagi dengan hadirnya kondisi pandemi sejak 2020 lalu.

Menurut VP of Marketing KoinWorks, Frecy Ferry Daswaty, pada dasarnya kehadiran NeoBank di Indonesia memiliki potensi yang besar terutama untuk mendukung peningkatan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia termasuk ke para pelaku UKM. Selain itu, jika dianggap sebagai ancaman atau saingan, sama seperti dengan bank konvensional.

“Kami melihat potensi kolaborasi antara fintech, maupun industri keuangan digital lainnya, dengan neobank tentunya amat sangat memungkinkan untuk terjadi, melihat ranahnya yang sama-sama bergerak dibidang finansial. Apalagi saat ini bisa dibilang adalah era kolaborasi, sehingga daripada berdiri sendiri, akan lebih baik jika kita dapat bergandeng tangan,”tukas Frecy dalam diskusi Online Media KOINversation, Rabu (24/2/2021), bersama pembicara dari Otoritas Jasa Keuangan serta Peneliti INDEF.

Plt. Deputi Direktur Arsitektur Perbankan Indonesia, Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tony, menjelaskan, perubahan perilaku konsumsi masyarakat akan produk layanan jasa keuangan dimana pandemi telah mempengaruhi mereka untuk semakin memanfaatkan layanan digital memang secara khusus harus dapat disikapi oleh industri perbankan. Dengan demikian dapat menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhannya melalui transformasi digital.

Pemerintah melalui OJK juga berusaha untuk mendukung dan melakukan evaluasi terhadap peraturan-peraturan yang bisa menghambat serta akan melakukan revisit untuk memperbaiki kembali, sehingga lebih dapat mendukung environment yang ada pada saat ini yakni, ekonomi digital.

Melihat regulasi terkait NeoBank hingga saat ini masih dalam proses rancangan oleh pemerintah. Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda,  memberikan masukan atau rekomendasi terkait regulasi yang dibutuhkan untuk mendukung kehadiran NeoBank di Indonesia.

Menurut Nailul, ke depan regulasi-regulasi yang diterapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan memang harus mengakomodasi inovasi-inovasi baik dari sisi pendanaan, teknologi, dan sebagainya, yang saat ini masih dapat berkembang cepat. “Kami mencatat salah satu tantangan untuk NeoBank ini adalah mengenai percepatan teknologi yang bergerak cepat, namun seringkali tidak diimbangi dengan peraturannya yang masih tertinggal dibelakang. Hal tersebut yang seringkali dikeluhkan oleh berbagai pemain inovasi keuangan digital di Indonesia, dimana mereka terhambat melakukan inovasi karena regulasi yang strict pada pengembangan inovasi,”paparnya.

Diskusi juga membahas mengenai bagaimana infrastruktur secara umum masih menjadi tantangan bagi perkembangan inovasi keuangan digital termasuk untuk mendukung para pemain di industri ini memberikan akses layanan keuangan ke lebih banyak masyarakat Indonesia hingga ke pelosok wilayah. Pembangunan yang dilakukan pemerintah terkait infrastruktur teknologi seperti internet dilihat sangat dibutuhkan sehingga dapat mendukung literasi juga penetrasi masyarakat akan keberadaan NeoBank, fintech maupun berbagai layanan digital lainnya.

Selain itu, isu keamanan juga tidak luput menjadi bahasan pada diskusi ini melihat bagaimana NeoBank yang dimungkinkan untuk hadir tanpa memiliki kantor cabang operasional (branchless) dan memberikan layanan digital secara penuh, dapat menghadirkan trust issue dari masyarakat. Menyikapi hal tersebut baik Otoritas Jasa Keuangan, KoinWorks juga INDEF sama-sama setuju bahwa isu terkait keamanan baik keamanan data maupun dana dari para calon nasabah NeoBank juga inovasi keuangan digital lain, harus menjadi perhatian baik oleh para pemain, pengguna, pemerintah juga stakeholder lain, sehingga kehadiran inovasi ini dapat tumbuh di ekosistem yang sehat dan memberikan manfaat untuk peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. (nos)

Teks foto :

Para narasumber pada diskusi Media Online KOINversation, Rabu (24/2/2021).

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927