IT & Seluler

Red Hat Berpeluang Jadi Pemimpin Open Hybrid Cloud

30-06-2022

Jakarta, beritasurabaya.net - Red Hat berpeluang untuk berkontribusi sebagai the open hybrid cloud technology leader, yang memungkinkan inovasi terjadi di mana saja dengan pilihan yang luas dan fleksibel. Open Hybrid cloud bukan konsep yang baru bagi Red Hat.

Demikian disampaikan Country Manager, Red Hat Indonesia, Vony Tjiu, dalam virtual media briefing terkait Red Hat Summit 2022 dengan tema besarnya “Towards an Open Hybrid Cloud Future”, Kamis (30/6/2022).

Vony Tjiu mengatakan perusahaan mengandalkan teknologi terutama berbasis open source dalam hal berinovasi. Hal ini membawa kita pada “new normal”. New Normal untuk IT dimulai dari open source. New normal yang dibangun di atas software open source akan membantu organisasi menemukan talenta-talenta terbaik.

Inovasi adalah sebuah kebutuhan. Teknologi serta komunitas open source mengakselerasi inovasi tersebut. Sementara developers adalah kunci teknologi dan inovasi open source.

Aplikasi sekarang diharapkan bisa berjalan dan diperbarui kapanpun dibutuhkan di semua platform, baik di multiple public cloud, di data center ataupun di edge. Dibutuhkan juga konsistensi dari aplikasi tersebut di semua environment.

“Realitas dan pertanyaan yang dihadapi perusahaan bukanlah “apakah kita harus mengadopsi pendekatan hybrid cloud?”, melainkan “bagaimana kita bisa mendapatkan value terbaik dari pendekatan hybrid cloud computing ini”. Hybrid bukanlah pilihan, melainkan realitas,”tukasnya.

Selain itu, di balik semua perubahan di new normal, Security is non-negotiable! Inovasi, aplikasi dan konsistensi tidak akan berguna jika tidak ada high level security di seluruh software stack kita.


Besaran e-commerce market di Indonesia pada 2025 adalah USD40 milar. Kata Vony, layanan cloud ternyata membantu mendorong pertumbuhan GDP di Indonesia. Begitu juga konektivitas 5G, mendorong pengadopsian skenario-skenario bisnis yang baru. Artinya semakin besar peluang bagi open source untuk berkontribusi dan memberikan dampak dalam pengakselerasian ekonomi digital Indonesia.

Perusahaan mengandalkan teknologi terutama berbasis open source dalam hal berinovasi. Hal ini membawa kita pada “new normal”. New Normal untuk IT dimulai dari open source. New normal yang dibangun di atas software open source akan membantu organisasi menemukan talenta-talenta terbaik.

Inovasi adalah sebuah kebutuhan, dan teknologi serta komunitas open source yang mengakselerasi inovasi tersebut. Sementara developers adalah kunci teknologi dan inovasi open source.

Aplikasi sekarang diharapkan bisa berjalan dan diperbarui kapanpun dibutuhkan di semua platform, baik di multiple public cloud, di data center ataupun di edge. Dibutuhkan juga konsistensi dari aplikasi tersebut di semua environment.

Realitas dan pertanyaan yang dihadapi perusahaan bukanlah “Apakah kita harus mengadopsi pendekatan hybrid cloud?”, melainkan “Bagaimana kita bisa mendapatkan value terbaik dari pendekatan hybrid cloud computing ini”. Hybrid bukanlah pilihan, melainkan realitas.

Di balik semua perubahan di new normal, Security is non-negotiable! Inovasi, aplikasi dan konsistensi tidak akan berguna jika tidak ada high level security di seluruh software stack kita.

Besaran e-commerce market di Indonesia pada 2025 adalah US$40 milar. Layanan cloud ternyata membantu mendorong pertumbuhan GDP di Indonesia. Begitu juga konektivitas 5G, mendorong pengadopsian skenario-skenario bisnis yang baru. Artinya semakin besar peluang bagi open source untuk berkontribusi dan memberikan dampak dalam pengakselerasian ekonomi digital Indonesia.

Vony menegaskan solusi-solusi Red Hat dibangun untuk bisa beradaptasi dengan realitas enterprise computing yang hybrid, inovatif, konsisten dan aman. Dimulai dari Red Hat Enteprise Linux sebagai fundamental dari Enterprise Linux Platform, di semua lingkungan. Diekspansi ke Openshift yang memberikan development plane yang konsisten untuk inovasi aplikasi.

“Di Red Hat, kami menciptakan masa depan dengan menjembatani operasional dan lingkungan yang Anda miliki sekarang. Red Hat Summit kali ini dihadiri oleh 58 customers APAC terpilih dan ditonton oleh ribuan orang secara online. Ada beberapa pengumuman besar untuk menjawab aspek new normal dan tantangan-tantangan yang dihadapi pelanggan. Kami mengumumkan Red Hat Enterprise Linux 9 sebagai epicenter dari inovasi Hybrid Cloud dan point tunggal untuk inovasi enterprise,”paparnya.

Red Hat juga mengumumkan kolaborasi dengan General Motor untuk “next generation of software-defined vehicles” yang berkontribusi terhadap kemajuan dunia otomotif di masa yang akan datang. Selain itu, Red Hat juga mengumumkan penambahan solusi-solusi Red Hat yang tersedia di layanan cloud dan nantikan Red Hat OpenShift on AWS (ROSA) yang akan segera tersedia di Indonesia.

Dalam virtual media briefing tersebut, hadir narasumber dari Bank BTPN yang sukses mengaplikasikan platform Red Hat. Menurut Digital Service Enablement Head, Bank BTPN, Joko Kurniawan, perjalanan BTPN dan Red Hat dimulai pada 2018 dan terus berkembang,  bertumbuh sampai sekarang. Untuk mendukung misi BTPN dalam “Memberikan Makna Lebih dalam Hidup Setiap Rakyat Indonesia”, BTPN memilih Red Hat sebagai mitra teknologi yang akan membantu mereka mencapai misi dengan efisiensi dan inovasi dalam teknologi digital.

“BTPN melakukan implementasi Red Hat OpenShift Container Platform dan dibantu oleh Red Hat Consulting team dalam mencapai lingkungan DevOps yang agile. Implementasi ini memberikan hasil akselerasi dalam pengembangan aplikasi dan deployment process, penekanan biaya operasional dan juga mendapatkan keunggulan berkompetisi dalam new market digital banking dengan time to market yang lebih cepat,”ungkapnya.

Joko menyebut BTPN dengan Jenius berhasil memenangkan Pioneer Award in Digital Banking 2021 pada ajang CNBC Indonesia Award 2021 'The Best Future Banks'. Pencapaian ini merupakan salah satu bentuk partisipasi dan kontribusi Red Hat, di dalam akselerasi Indonesia digital ekonomi khususnya di bidang perbankan.

Instansi pemerintah seperti Direktorat Jenderal Perbendaharaan  (DJPb) bersama Red Hat,  meluncurkan aplikasi SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI). Ini aplikasi yang digunakan sebagai sarana bagi satker dalam mendukung implementasi SPAN untuk melakukan pengelolaan keuangan yang meliputi tahapan perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran. 

SAKTI mengintegrasikan seluruh aplikasi satker yang ada. SPAN sendiri adalah sistem aplikasi yang ada di lingkungan Kemenkeu dan mendukung otomatisasi sistem dari pengguna anggaran yang ada di setiap Kementerian Negara/Lembaga.

Dengan mengimplementasikan solusi Red Hat mulai dari JBoss Enterprise Application Platform, Red Hat OpenShift, Red Hat Training dan Red Hat Consulting, DJPb berhasil mencapai percepatan pengembangan aplikasi hingga 50 persen, skalabilitas aplikasi yang digunakan oleh hampir 400 ribu users dan peningkatan daya tarik untuk talenta karena pengadopsian open source enterprise.

Red Hat berkontribusi aktif di dalam percepatan pencapaian Government 4.0 di Indonesia. Semua ini tentunya kembali ke misi Red Hat “to open unlock Indonesia potential by creating better technology the open-source way”. (nos)

Teks foto :

Country Manager, Red Hat Indonesia, Vony Tjiu, dalam virtual media briefing terkait Red Hat Summit 2022 dengan tema besarnya “Towards an Open Hybrid Cloud Future”, Kamis (30/6/2022).

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927