Kesehatan

Sakit Jantung Jangan Sembarangan Berolahraga

05-07-2012

Surabaya, beritasurabaya.net - Jika Anda punya penyakit jantung atau pernah alami serangan jantung mendadak, jangan sembarangan melakukan kegiatan olahraga. Anda harus konsultasi dengan dokter spesialis jantung, olahraga mana yang boleh dan yang tidak.

Jika Anda abaikan hal ini, harus siap hadapi resiko kematian. Seperti disampaikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Husada Utama, dr Dyana Sarvasti Sp JP, Kamis (5/7/2012), usai pembukaan Prevensi dan Rehabilitasi Kardiovaskular dan peresmian Ruang Perawatan Jantung (Intermediate Cardiac Care Unit) RS Husada Utama, umumnya penderita penyakit jantung justru merasa terpacu untuk berolahraga secara maksimal.

''Ini yang terkadang tidak diketahui oleh penderita penyakit jantung. Mereka mengira kalau dengan olahraga maksimal tidak akan terkena sakit jantung lagi, padahal ini persepsi yang keliru. Dan cukup banyak masyarakat yang belum paham tentang penyakit jantung dan penanganannya pasca terkena penyakit jantung,''ujar Dyana.

Menurut Dyana, seseorang yang punya penyakit jantung atau tanda-tanda punya keluhan di jantungnya seperti nyeri di bagian kiri dada, berdebar-debar sampai sesak nafas, perlu segera konsultasi ke dokter spesialis. Dengan cara ini akan segera diketahui, jenis penyakit jantung apa yang mengancam kondisi kesehatannya.

Sedangkan yang sudah memiliki penyakit jantung, bisa diketahui jenis olahraga apa yang boleh dilakukan dan berapa lama durasi olahraganya. Olahraga yang disarankan bagi penderita penyakit jantung dan yang pernah terkena serangan jantung, yakni olahraga yang sifatnya aerobik seperti jalan, bersepeda, mendayung dan berenang (kecuali bagi yang gagal jantung tidak dianjurkan).

''Itu sebabnya, RS Husada Utama membuka Prevensi dan Rehabilitasi Kardiovaskular dan ruang Perawatan Jantung. Di Indonesia yang ada di RS Jantung Harapan Kita dan RS Husada Utama. Rumah sakit lainnya sudah ada tapi bukan khusus untuk penyakit jantung,''ungkapnya.

Dyana menjelaskan di unit Prevensi dan Rehabilitasi Kardiovaskular ini banyak hal yang diperoleh pasien maupun masyarakat umum yang datang untuk berkonsultasi mengenai kesehatan jantungnya. Setelah diperiksa, dokter spesialis akan menyarankan olahraga apa yang boleh dilakukan, terapi okupasi,konsultasi diet,terapi edukasi pasien, dan lainnya.

''Prevensi dan rehabilitasi jantung dan pembuluh darah adalah suatu program pencegahan penyakit jantung dan pemulihan setelah pasien mengalami masalah dengan dengan jantungnya atau setelah mengalami operasi jantung dan pembuluh darah. Program untuk membantu penderita jantung dan pembuluh darah untuk mengembalikan status kesehatan fisik, medis, psikologis, sosial, emosional, seksual dan vokasional (pekerjaan) ke kondisi yang optimal,''paparnya.

Kapan rehabilitasi kardiovaskular dimulai ? Dyana mengatakan program pemulihan/rehabilitasi jantung dimulai ketika pasien masih dirawat di rumah sakit sampai pasien pulang dan berobat jalan.Dan ini disesuaikan dengan kondisi atau fase-nya.

Pada Fase I, rehabilitasi kardiovaskular ketika pasien masih di rumah sakit. Meliputi upaya mobilitasi dini, menghindari tirah baring terlalu lama, mengurangi nyeri paska operasi, latihan napas dan relaksasi. Program disupervisi oleh dokter.Ini berlangsung selama 1-3 minggu.

Fase II dilakukan setelah pasien pulang dari rumah sakit. Tujuannya membantu pasien melalui periode penyembuhan, memberikan pedoman untuk dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari di rumah, di tempat kerja dan menekankan tentang pentingnya prevensi sekunder. Dilakukan latihan secara bertahap. Progresi latihan tergantung dari status risiko pasien, tingkat kebugaran dan kecepatan pemulihan, umumnya berlangsung selama 1,5 bulan. Program disupervisi oleh dokter.

Fase III, memberikan pelayanan prevensi dan rehabilitasi jantung jangka panjang untuk pasien-pasien di luar rumah sakit. Target yang hendak dicapai adalah perkembangan dan pemeliharaan dalam jangka panjang. Pasien diharapkan mampu melakukan program rehabilitasi secara mandiri, aman dan mempertahankan pola hidup sehat untuk selamanya, dibantu atau bersama-sama keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Dyana menambahkan penyakit jantung banyak jenisnya, diantaranya, jantung koroner, jantung katup, jantung bawaan, penyakit jantung akibat diabetes. ''Kalau yang biasa disebut serangan angin duduk itu umumnya disebut dengan penyakit jantung koroner,''pungkasnya. (nos)

Teks foto :

Fasilitas yang ada di Ruang Prevensi dan Rehabilitasi Kardiovaskular RS Husada Utama.

Foto : Titin

Advertising
Advertising