Laporan Khusus

Nyaman Bekerja, BPJAMSOSTEK Jadi Pelindung Diri

05-12-2021

Novayanti (56) pemilik bisnis kuliner Soto Banjar di Sidoarjo menjalani kehidupan sehari-hari tanpa beban. Meski usia sudah tidak muda lagi, namun aktivitas yang dilakukan tidak menyurutkan semangatnya untuk menambah penghasilan rumah tangga.

Ibu dari dua anak yang semuanya masih duduk di bangku kuliah ini, mengaku, dalam menjalani aktivitas tidak merasa khawatir jika terjadi sesuatu pada dirinya. “Saya sudah menyiapkan segalanya cukup dengan BPJAMSOSTEK (BPJS Ketenagakerjaan). Bagi saya mempunyai BPJAMSOSTEK, bukan masalah penting atau tidak penting namun berdasar asas manfaat,”tukas Nova yang sehari-hari juga sebagai pekerja media.

Manfaat mempunyai kartu BPJAMSOSTEK, telah dirasakan Nova sejak tahun 2008 sebelum pensiun dari pekerjaan lama. Saat itu, didaftarkan oleh perusahaan tempat dirinya bekerja dan premi yang dibayarkan dengan cara memotong melalui gaji setiap bulan.

Tahun 2015, dirinya pensiun dan proses klaim sangat mudah. “Klaim sangat mudah cukup menunjukkan bukti pensiun dan surat yang dikeluarkan Dinas Tenaga Kerja. Klaim cair dalam tempo 1 minggu melalui transfer pada bank yang kita miliki,”ujarnya.

Setelah pensiun dari perusahaan, Nova merasa usianya masih bisa berkompromi untuk tetap bekerja. Akhirnya diputuskan bekerja di media online hingga saat ini.

Mengingat dunia kerja yang dilakoni memiliki resiko kerja, Nova berinisiatif untuk kembali memiliki BPJAMSOSTEK secara mandiri (bayar sendiri) sebagai bentuk perlindungan diri dan jaminan masa tua. Dirinya langsung ikut 3 jaminan yakni Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Alasan saya ikut kembali BPJAMSOSTEK karena ya  sangat bermanfaat. Setidaknya, tidak membebani keluarga. andai mengalami kecelakaan saat bekerja, sudah ada jaminan yang membayarkan. Jika meninggal sudah tidak memberatkan  keluarga karena akan cair yang bisa untuk kelangsungan hidup orang-orang yang ditinggalkan,”papar Nova yang tetap energik ini.

Bagi Nova, BPJAMSOSTEK terus mengalami evolusi baik dalam proses klaim maupun dalam melayani masyarakat yang ingin bergabung menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Seingat Nova, dulu untuk proses mendaftar kepesertaan sangat mudah karena banyak masyarakat yang menjadi mitra untuk merekrut sebagai anggota, dengan sebutan Mitra BPJS Naker.   Sekarang bisa mendaftar melalui online dengan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Dalam aplikasi tersebut, banyak informasi yang berkaitan dengan Jamsostek termasuk untuk angsuran bisa memilih periode  membayar 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan  atau 1 tahun.

Nova sendiri memilih membayar premi setiap 3 bulan, Besaran preminya, JHT Rp60 ribu, JKK Rp30 ribu dan JKM Rp20.400. Nova menyisihkan premi untuk membayar bulanan BPJAMSOSTEK dengan menyisihkan pendapatan yang diperolehnya. “Hitung-hitung seperti menabung saja,”kilahnya.

Dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK, Nova telah merasakan manfaatnya. Saat pensiun, dana dari BPJAMSOSTEK cair dan bisa digunakan untuk modal jualan Soto Banjar. Untuk dana cadangan di hari tua, Nova mengandalkan investasi emas.


Manfaat menjadi peserta BPJAMSOSTEK juga dirasakan oleh Dzurriyah Nisa (40) karyawan PT Amerta. Dirinya didaftarkan oleh perusahaan dengan kategori peserta dari Penerima Upah atau PU.  “Karena yang mengurus perusahaan, saya tinggal menerima kartunya dan memanfaatkannya,”tukasnya. 

Bagi Nisa menjadi peserta BPJAMSOSTEK sangat penting. Karena beberapa program yang ada, sangat bermanfaat bagi karyawan seperti dirinya.

Dari perusahaan, Nisa diikutkan tiga program yakni program JKK atau Jaminan Kecelakaan Kerja, JKM atau Jaminan Kematian dan JHT atau Jaminan Hari Tua. Ketiga program tersebut sangat penting bagi tenaga kerja. JKK misalnya,  sangat berguna ketika tenaga kerja mengalami kecelakaan saat kerja karena pengobatan ditanggung sepenuhnya. Begitu juga dengan JKM dan JHT, memberikan semacam pengaman bagi tenaga kerja atau keluarganya saat tenaga kerja sudah tidak bekerja atau meninggal.

Selain itu,  juga ada manfaat tambahan, misalkan dapat diskon dari beberapa merchant yang telah bekerjasama. “Saya pernah berbelanja di toko oleh-oleh di Banyuwangi, Oseng Deles. Dengan menggunakan kartu BPJAMSOSTEK bisa mendapatkan potongan Rp50 ribu. Bagi saya itu cukup menyenangkan karena bisa berhemat,”ungkapnya.

Proses pembayaran presmi, kata Nisa, semua dibayar oleh perusahaan. Dan yang menjadi tanggungan Nisa juga langsung dipotongkan dari gaji yang diterimanya tiap bulan.

Premi yang dibayarkan setiap bulan, diakui Nisa, akan  mampu menjadi dana cadangan di masa mendatang  karena di saat kita sudah tidak bekerja, dana JHT bisa dicairkan. Dan itu bisa dijadikan modal usaha.

Namun Nisa juga telah menyiapkan investasi untuk masa depan dengan membeli sebidang tanah karena nilai tanah mengalami kenaikan yang kadang cukup fantastis. “Dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK, saya merasa aman dan nyaman bekerja karena saya sudah mempunyai pengaman atau pelindung diri,”tambah Nisa.

Pekerja media yang juga merasakan manfaat dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK yakni Anggraeny Prajayanti (36). Lajang yang akrab dipanggil Aang ini mengatakan mungkin dari manfaat belum merasakan secara langsung. Namun kalau dari manfaat yang dijelaskan dalam BPJAMSOSTEK, diakui Aang, jelas manfaatnya luar biasa bagi pekerja seperti dirinya.

Aang menjadi peserta BPJAMSOSTEK sejak tahun 2008. Saat itu, dirinya bekerja di Jogjakarta dan perusahaan yang mendaftarkan. Tahun 2012, Aang pindah pekerjaan dengan posisi pekerja freelance.

“Meski waktu itu posisi saya sebagai pekerja freelance, saya mendaftarkan sendiri menjadi peserta BPJAMSOSTEK,  untuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Sebagai pekerja dengan resiko tinggi seperti menjadi wartawan,  saya merasa lebih nyaman jika ada asuransi baik untuk kesehatan maupun keselamatan kerja termasuk juga dana untuk hari tua. Apalagi,”tukasnya.

Untuk mengurus, diakui Aang, sangat mudah dengan bantuan seorang teman. Setiap bulan, Aang mempunyai alokasi dana untuk pembayaran asuransi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan serta asuransi swasta.  

Menurut Aang, premi yang dibayarkan untuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bisa menjadi dan cadangan di masa mendatang. “Minimal saat ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi, kita memiliki jaminan untuk memenuhi kebutuhan saat terjadi sesuatu. Bisa juga untuk menambah dana cadangan hari tua. Saya juga sudah menyiapkan investasi berupa  reksadana dan logam mulia,”tambah Aang.

Jumlah Peserta Belum Mencapai 50 Persen

Memang banyak peserta BPJAMSOSTEK yang juga merasakan manfaat seperti yang diungkapkan Novayanti, Nisa dan Aang. Namun jumlah peserta BPJAMSOSTEK di Jawa Timur, seperti disampaikan Deputi Direktur BPJS Ketenagakejaan Wilayah Jawa Timur, Deny Yusyulian, sesuai database dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, baru mampu mencapai 25,40 persen saja atau belum mencapai 50 persen. Sementara total jumlah pekerja saat ini sudah mencapai 14,7 juta orang mulai dari sektor informal hingga non formal.

Deny menegaskan masih rendahnya angka peserta yang  terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, ini menjadi tantangan tersendiri. Pihaknya tidak bisa melakukan edukasi sendiri tanpa dukungan dari stakeholder dan instansi terkait dalam mengedukasi perlindungan bagi tenaga kerja.

Untuk pembayaran klaim pada peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan selama periode Januari hingga Oktober 2021, Deny menyebut, total klaim yang dikeluarkan sebesar Rp4,40 triliun. Rinciannya, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp219 miliar, Jaminan Kematian (JKM) Rp431 miliar, Jaminan Hari Tua (JHT) Rp3,60 triliun dan Jaminan Pansiunan Kerja (JPK) Rp86,18 milyar . Sementara pemanfaatan Bea Siswa sebasar Rp24,25 miliar dengan jumlah  4,500,60 anak yang menerimanya.

“Selama pandemi ini, kami menciptakan layanan berbasis digital bagi peserta yakni, aplikasi Jamsostek Mobile atau disebut JMO. Aplikasi ini sangat mudah dan aman bagi peserta maupun calon peserta BPJS Ketenagakerjaan,”pungkasnya. (noer soetantini)

Teks foto :

1.Pemegang kartu BPJAMSOSTEK bisa mendapatkan segala informasi terkait dengan premi yang dibayarkan melalui website https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id.

2.Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan menjadi pelindung diri bagi pemegang kartu.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927